
Seseorang sedang memasak lemang untuk dihidangkan kepada tamu pada saat acara "baroah" berlangsung. Foto: Dokumen pribadi.
“Baroah” dalam masyarakat sub suku Dayak Kanayatn merupakan sebuah tradisi turun temurun yang setiap tahunnya dilaksanakan oleh sub suku ini. Baroah merupakan sebuah tradisi dalam masyarakat Dayak Kanayatn sebagai rasa ungkapan syukur mereka kepada Jubata (Tuhan – Red) atas hasil panen yang mereka peroleh. Tradisi ini merupakan salah satu pesta termeriah dalam tradisi kebudayaan sub suku Dayak Kanayatn. Disebut meriah karena dilaksanakan secara serentak dalam setiap wilayah/kampung/dusun.
Tradisi baroah ini umumnya berlangsung selama dua hari, yang berlangsung antara April hingga Mei dalam setiap tahunnya. Hari pertama merupakan masa persiapan bagi masing-masing kepala keluarga untuk mempersiapkan segala sesuatu yang akan digunakan pada hari keduanya. Sedangkan hari kedua merupakan acara puncak dalam tradisi baroah ini. Pada hari kedua, masing-masing kepala keluarga akan mempersembahkan hasil panennya kepada Jubata dengan cara didoakan yang dilakukan oleh seorang panyangahatn. Panyangahatn adalah seorang imam yang tugasnya memang sebagai pembaca doa dalam setiap kegiatan tradisi dan adat istiadat dalam masyarakat Dayak Kanayatn. Setelah hasil panen dipersembahkan kepada Jubata melalui doa (disangahatn), acara selanjutnya adalah menikmati hasil panen tersebut dengan cara makan bersama.
Beberapa makanan yang pasti ada dalam tradisi baroah ini di antaranya adalah lemang, tumpi (cucur) dan daging babi yang diolah/dimasak dengan beragam jenis masakan. Yang menarik dari tradisi ini adalah kebiasaan saling kunjung-mengunjungi dari satu rumah ke rumah yang lain. Tidak hanya dari mereka yang sedang melaksanakan pesta ini, tetapi sanak keluarga, sahabat, kenalan dan lain-lainnya yang berasal dari wilayah lain juga ikut berkunjung, sehingga pantas jika acara ini disebut acara termeriah dalam masyarakat Dayak Kanayatn. Di sinilah nilai-nilai sosial/solidaritas/kesetiakawanan, kekeluargaan dan kebersamaan yang dapat ditemukan dari tradisi baroah ini.



















